sambutan koordinator program studi penyuluhan pertanian
sambutan koordinator program studi penyuluhan pertanian
sambutan koordinator program studi penyuluhan pertanian
sambutan koordinator program studi penyuluhan pertanian
sambutan koordinator program studi penyuluhan pertanian
sambutan koordinator program studi penyuluhan pertanian
Pelatihan SKPI Faperta UNEJ Dorong Mahasiswa Berani Tunjukkan Kompetensi, Kualitas, dan Integritas
Jember – Fakultas Pertanian Universitas Jember (Faperta UNEJ) terus mendorong mahasiswa untuk memiliki kompetensi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu dikembangkan dan dikomunikasikan secara profesional. Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) dengan mengusung tema Speak Up: Showcase Your Competence, Quality, and Integrity yasng dilaksanakan di Hall Agribisnis (3/10).
Awali Kegiatan dengan Penguatan Pentingnya SKPI
Kegiatan pelatihan diawali dengan sambutan panitia Lenny Luthfiyah, S.I.Kom, M.Sc., yang menyampaikan pentingnya SKPI sebagai dokumen yang melengkapi ijazah sekaligus memberikan gambaran mengenai kompetensi, pengalaman, prestasi, dan aktivitas mahasiswa selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.
Panitia menekankan bahwa keberhasilan mahasiswa tidak semata-mata ditentukan oleh capaian akademik. Berbagai pengalaman dalam organisasi, kegiatan kemahasiswaan, kepanitiaan, pelatihan, pengembangan diri, maupun aktivitas sosial juga menjadi bagian penting dalam membentuk kompetensi mahasiswa.
Oleh karena itu, mahasiswa perlu memiliki kesadaran untuk mengenali potensi dan pengalaman yang telah diperoleh serta mampu mendokumentasikannya sebagai bagian dari perjalanan pengembangan kompetensi.
KPS Penyuluhan Pertanian: Mahasiswa Harus Berani “Speak Up”
Setelah sambutan panitia, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan oleh Ketua Program Studi (KPS) Penyuluhan Pertanian Faperta UNEJ
Dalam sambutannya, Dr. Ihsanuddin menekankan pentingnya mahasiswa memiliki keberanian untuk “speak up”, yaitu berani menunjukkan potensi, pengalaman, dan kompetensi yang telah dimiliki.
Menurutnya, SKPI tidak seharusnya dipandang hanya sebagai dokumen pendamping ijazah, tetapi juga sebagai salah satu media untuk menggambarkan perjalanan dan perkembangan kompetensi mahasiswa selama berada di perguruan tinggi.
“Mahasiswa tidak cukup hanya memiliki kompetensi, tetapi juga harus mampu menunjukkan dan mengomunikasikan kompetensi tersebut dengan baik. Inilah salah satu makna penting dari tema Speak Up: Showcase Your Competence, Quality, and Integrity” pesan KPS dalam sambutannya.
Empila Institute Hadirkan Pelatihan yang Interaktif
Memasuki sesi utama, kegiatan diisi oleh tim Empila Institute (CV. Empila Indonesia) yang dipimpin oleh Nana Diaz, M.P., CPS., CSEM, CMT, dan Tim fasilitator menghadirkan materi dan aktivitas yang dirancang secara interaktif sehingga mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman secara teoritis, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam mengembangkan potensi diri.
Peserta diajak untuk mengenali kompetensi yang dimiliki, membangun kepercayaan diri, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta memahami pentingnya kualitas dan integritas sebagai bagian dari kesiapan menghadapi dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.
Metode pelatihan yang komunikatif membuat mahasiswa terlibat aktif dalam setiap rangkaian kegiatan. Suasana belajar pun berlangsung dinamis dengan berbagai aktivitas yang mendorong mahasiswa untuk berani berkomunikasi, bekerja sama, dan menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Outbound Bangun Kekompakan dan Karakter Mahasiswa
Salah satu rangkaian yang menarik dalam kegiatan tersebut adalah. Melalui berbagai permainan dan aktivitas kelompok, mahasiswa diberikan pengalaman belajar yang menekankan aspek kerja sama, komunikasi, kepemimpinan, kreativitas, problem solving, dan kepercayaan diri.
Kegiatan outbound tidak hanya menjadi sarana rekreasi, tetapi juga menjadi media pembelajaran untuk menggali karakter dan kompetensi mahasiswa secara lebih nyata. Peserta ditantang untuk mampu bekerja dalam tim, mengambil keputusan, berkomunikasi secara efektif, serta menyelesaikan berbagai tantangan bersama.
Pengalaman tersebut memberikan pemahaman kepada mahasiswa bahwa kompetensi dapat tumbuh dari berbagai aktivitas dan pengalaman. Berbagai pengalaman positif tersebut selanjutnya dapat menjadi bagian dari rekam jejak pengembangan diri mahasiswa yang relevan dengan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
Bekal Mahasiswa Menghadapi Dunia Kerja
Bagi mahasiswa Program Studi Penyuluhan Pertanian, penguatan kompetensi nonakademik memiliki arti penting. Sebagai calon penyuluh dan pendamping masyarakat, mahasiswa dituntut memiliki kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama, kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, serta integritas dalam menjalankan tugas professional.
Melalui pelatihan ini, mahasiswa diharapkan semakin memahami bahwa setiap pengalaman selama berada di perguruan tinggi memiliki nilai dan dapat menjadi bagian dari proses pembentukan kompetensi.
Lebih dari sekadar memahami SKPI, kegiatan ini menjadi momentum untuk membangun kesadaran mahasiswa agar aktif mengembangkan diri, berani menunjukkan kemampuan, menjaga kualitas, dan menjunjung tinggi integritas
“Speak Up” untuk Menjadi Lulusan yang Kompeten dan Berintegritas
Pelatihan SKPI dengan tema “Speak Up: Showcase Your Competence, Quality, and Integrity” diharapkan mampu memberikan pengalaman sekaligus motivasi kepada mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi diri.
Semangat “Speak Up” menjadi pesan penting bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut untuk memiliki kompetensi, tetapi juga harus mampu menyampaikan, menunjukkan, dan mempertanggungjawabkan kompetensi tersebut secara positif dan profesional.
Melalui kegiatan ini, Faperta UNEJ terus berkomitmen mempersiapkan lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki kompetensi, kualitas, kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, dan integritas sebagai bekal untuk berkontribusi di dunia kerja maupun di tengah masyarakat.
Prodi Penyuluhan Pertanian Faperta UNEJ Dorong Wirausaha Mahasiswa melalui Pengembangan Kapasitas dan Business Matching
Program Studi Penyuluhan Pertanian, Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Jember, menyelenggarakan kegiatan “Kegiatan Inovatif Program Studi untuk Mendukung Kegiatan Wirausaha melalui Pengembangan Kapasitas dan Business Matching Usaha” pada Sabtu, 10 Oktober 2026, bertempat di Hall Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Jember. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya strategis untuk memperkuat kapasitas kewirausahaan serta memperluas jejaring usaha bagi mahasiswa.
Acara diawali dengan sambutan panitia yang disampaikan oleh Ibu Beta. Dalam sambutannya, panitia menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat memberikan wawasan dan pengalaman praktis kepada peserta dalam mengembangkan usaha, membangun pola pikir kewirausahaan, serta memahami peluang bisnis yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Ketua Program Studi (KPS) Penyuluhan Pertanian. Dalam sambutannya, Dr. Ihsanuddin menekankan pentingnya penguatan kompetensi kewirausahaan mahasiswa sebagai bekal menghadapi tantangan dunia kerja dan dinamika dunia usaha. Mahasiswa diharapkan tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga mampu mengembangkan kreativitas, membaca peluang pasar, membangun jejaring, dan menciptakan usaha yang inovatif.
Menghadirkan Praktisi Usaha untuk Berbagi Pengalaman
Kegiatan ini menghadirkan dua praktisi usaha sebagai narasumber yang berbagi pengalaman dan wawasan mengenai pengembangan bisnis serta strategi membangun usaha.
Narasumber pertama, Ibu Siti Farika, pemilik CV. Alkharornah Jaya Jember, menyampaikan materi terkait pengalaman dalam membangun dan mengembangkan usaha. Pemaparan ini diharapkan dapat memberikan inspirasi kepada peserta mengenai pentingnya kreativitas, ketekunan, pengelolaan usaha, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan kebutuhan pasar.
Selanjutnya, Bapak Mahardika, pemilik CV. Mahardika Putra Indonesia, berbagi wawasan mengenai pengembangan kapasitas usaha dan pentingnya membangun hubungan bisnis. Pengalaman yang disampaikan menjadi referensi bagi peserta untuk memahami bagaimana peluang usaha dapat dikembangkan melalui strategi yang tepat, kolaborasi, dan perluasan jaringan kemitraan.
Melalui pemaparan kedua narasumber, peserta memperoleh kesempatan untuk mengenal lebih dekat praktik kewirausahaan dari perspektif pelaku usaha. Pengalaman nyata tersebut diharapkan dapat memperkaya pemahaman mahasiswa mengenai tantangan, peluang, serta langkah-langkah yang diperlukan dalam merintis dan mengembangkan bisnis.
Business Matching untuk Memperluas Jejaring dan Peluang Kolaborasi
Selain pengembangan kapasitas, kegiatan ini juga mengangkat konsep business matching sebagai upaya mempertemukan gagasan, potensi, dan kebutuhan usaha dengan peluang kerja sama yang relevan. Pendekatan ini diharapkan dapat membuka ruang komunikasi dan kolaborasi antara mahasiswa dan praktisi usaha, sekaligus mendorong lahirnya ide-ide bisnis yang lebih aplikatif.
Bagi mahasiswa Program Studi Penyuluhan Pertanian, penguatan kewirausahaan memiliki peran penting dalam membangun kemandirian dan kesiapan menghadapi dunia profesional. Kompetensi tersebut juga relevan dengan pengembangan usaha berbasis pertanian, pengolahan hasil pertanian, pemasaran produk, serta pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan ekonomi produktif.
Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Program Studi Penyuluhan Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Jember dalam menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap kebutuhan dunia usaha dan perkembangan masyarakat.
Melalui kegiatan inovatif ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan pola pikir wirausaha, meningkatkan keberanian dalam menangkap peluang, serta membangun jejaring kemitraan yang mendukung keberlanjutan usaha. Dengan demikian, perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam menghasilkan lulusan yang kompeten secara akademik, tetapi juga mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif, mandiri, dan berdaya saing dalam bidang kewirausahaan.